Tuesday, December 23, 2025

Mungkin tidak. Dan ku lupaskan

 Ku temukan jawabn itu. Walau tak ku dengar langsung ucapan itu. 

Ya jawabannya bukan kamu orangnya dan bukan aku pula orangnya.

Bagaimana bisa untuk bersatu, satu sifat buruk ku saja tak mampu kau terima. Bagaimana dengan sifat aneh ku yang lainnya, yang cengeng, yang manja, yang clingy, yang nggak bisa diem, yang moodyan, penakut, keras kepala, susah diatur, yang galak. How can? Dengan sifat riang dan ekspresif ku saja kau merasa terusik? Bagaimana kau bisa jadi sosok pendengar yang kubutuhkan 24/7 ? Bagaimana bisa kau menjadi sosok orang pertama yang mendengar semua kisahku? Bagaimana bisa aku menumpahkan semua air mata sedih ku saat dunia ini tak berpihak? Bagaimana bisa aku membagi semua derita ku yang tak bisa kau saksikan jikalau  hal yang seru yang bisa kita nikmati bersama saja kau merasa terusik?


Sosok yang sejak 2 mei 2025 menyita perhatian ku, yang mulai menghancurkan tembok kuat yang ku bangun. Ku fikir aku bisa sedikit tenang dan bersandar. Ku fikir kau juga mau berbagi semua kisah itu. Ku fikir dengan hadirmu itu menandakan kau bersedia mengenal lebih jauh. Ku fikir setiap tawa yang kau lemparkan itu tanda bahwa kau siap jadi peran utama dalam hidup ku? Ku fikir aku bisa menerima semua hal yang ada padamu yg tidak ada dalam kamus kriteria ku. 

Nyatanya?

Kita memang sejauh itu. 

Kita memang orang asing yang akan berujung asing pula.

Ku pernah dengar nasihat dari rekan kerja ku, untuk menjadi jodoh nggak perlu mempunyai hobby yang sama atau selera yang sama, karena esensial kamu bisa memahami hal lain lebih banyak kan ada pengalaman lebih banyak pula yang kan didapat dan perlahan kalian akan saling suka dengan kegemaran pasangan kalian.

I will try.

Sampe dititik kamu nggak bisa nerima sikap aneh ku?

Nggak bisa. 

Aku bisa lebih berisik dari yang kemarin yang kamu rasain. Baru sekejap nyatanya. 

Cukup. Dunia kita memang terlalu berbeda sulit untuk menyatu. Sekeras apapun aku memaksa akhirnya banyak tabir yang terbuka. Aku lepaskan semua rasa ini, biarkan saja iya akan mati dengan seiringnya. 

Atau kembali lagi, apakah aku yang salah menangkap signal mu? Maaf. Tapi kan kuusahakan aku tak lagi menaruh hati. 

No comments:

Post a Comment