Sunday, June 23, 2013

inMembaca surat yasin pada malam nisfu sya’ban

Membaca surat yasin pada malam nisfu sya’ban? 

Assalaam ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Pada Nisfu Sya’ban atau pertengahan bulan sya’ban masyarakat kita terbiasa setiap tahunnya pada waktu shalat maghrib berbondong-bondong baik laki-laki maupun perempuan datang ke masjid sekitar rumahnya. Setelah shalat maghrib biasanya mereka membaca surat yasin sebanyak 3 kali hingga masuk waktu shalat isya’.
Sebenarnya tidak ada dalil yang shahih yang menerangkan untuk membaca surat yasin sebanyak 3 kali tersebut bahkan hadits-hadits yang mengemukakan keutamaan-keutamaan malam nisfu sya’ban pun hanya lah hadits-hadits yang maudhu’ (palsu) dan dhaif (lemah). Oleh karena alasan itu dan saya mengetahui hadits yang Rasuulullah saw bersabda “Barang siapa mengada-adakan satu perkara (dalam agama) yang sebelumnya belum pernah ada, maka ia tertolak “. (HR. Bukhari Muslim) maka saya memilih tidak menghadiri perayaan malam nisfu sya’ban yang baru saja diadakan tadi ba’da shalat maghrib di masjid dekat rumah saya dan juga tidak juga menghadiri malam-malam nisfu sya’ban sebelumnya.
Menurut saya akan lebih baik dan saya sangat menyarankan agar anda pada malam nisfu sya’ban membaca surat Al-Zalzalah 2 kali dan Al-Ikhlas 3 kali saja (lebih baik tidak hanya pada nisfu sya’ban), bukan karena nisfu sya’ban nya akan tetapi karena hadits-hadits shahih berikut ini:
Nabi saw bersabda “Surah Az-Zalzalah sebanding dengan setengah dari Al-Qur’an.” (HR.Tirmidzi)
Dan Nabi saw bersabda “Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggamanNya, sesungguhnya surat al-lkhlas itu  menyamai sepertiga al-Quran.” (Riwayat Bukhari)

Nifsu Sya'ban Membaca Yasin Tiga Kali

Hukum Menghidupkan Nifsu Sya'ban Membaca Yasin Tiga Kali

Membaca suroh yasin sebanyak tiga kali setelah shalat magrib bersama-sama, hal itu masuk dalam perintah menghidupkan malam nisfu sya'ban (dengan catatan : jika dilakukan bersama-sama setiap individu memperhatikan bacaannya). Terdapat kelapangan dalam tata cara berdzikir. Mengkhususkan tempat atau waktu tertentu untuk melakukan amalan ibadah secara terus menerus adalah dibolehkan selama pelakunya tidak meyakini bahwa amalan tersebut adalah wajib dan tidak boleh ditinggalkan.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a., ia berkata, "Nabi saw. mendatangi masjid Quba setiap hari sabtu terkadang dengan berjalan kaki dan terkadang menaiki tunggangan. Abdullah bin Umar radhiyallaahu 'anhumaa pun melakukan hal yang sama."

Al-Hafidz Ibnu Hajar, dalam Fathul-Bari, mengatakan, "Hadist ini, dalam semua jalurnya yang berbeda-beda, menunjukan kebolehan mengkhususkan sebagian hari untuk melakukan beberapa amal saleh dan membiasakannya secara terus menerus."

Dengan demikian, menghidupkan malam nisfu sya'ban dengan cara yang disebutkan di atas bukan bid'ah yang sesat ataupun makruh. Dengan catatan bahwa hal itu dilakukan tanpa keyakinan bahwa hal itu wajib dilaksanakan. Jika kegiatan itu dilakukan dengan memaksa orang lain untuk ikut melaksanakannya dan menyalahkan mereka jika tidak mengikutinya, maka hal itu menjadi amalan bid'ah karena telah mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Wallahu subhanahu wa ta'ala a'lam

Referensi:

Fatwa Mufti agung Prof. Dr. Ali Jum'ah Muhammad

Nisfu Syaban

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Nisfu Sya'ban adalah hari peringatan Islam yang jatuh pada pertengahan bulan Sya'ban. Dalam kalangan Islam, Nisfu Sya'ban diperingati menjelang bulan Ramadhan. Pada malam ini biasanya diisi dengan pembacaan Surat Yaasiin tiga kali berjamaah dengan niat semoga diberi umur panjang, diberi rizki yang banyak dan barokah, serta ditetapkan imannya.


Peringatan Nisfu Sya'ban tidak hanya dilakukan di Indonesia saja. Al-Azhar sebagai yayasan pendidikan tertua di Mesir bahkan di seluruh dunia selalu memperingati malam yang sangat mulia ini. Hal ini karena diyakini pada malam tersebut Allah akan memberikan keputusan tentang nasib seseorang selama setahun ke depan. Keutamaan malam nisfu Sya'ban diterangkan secara jelas dalam kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.

Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karepa pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang saleh.

HADIST KEUTAMAAN NISFU SYA’BAN

Tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban ini, dimana kita dianjurkan untuk melakukan ibadah terutama untuk memohon ampun, memohon rezeki dan umur yang bermanfaat, terdapat beberapa hadis yang menurut sebagian ulama sahih. Diantaranya

Hadist pertama

Diriwayatkan dari Siti A’isyah ra berkata, : "Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: “Hai A’isyah engkau tidak dapat bagian?”. Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”. Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”. “Rasulullah yang lebih tahu”, jawabku. “Malam ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki” (H.R. Baihaqi) .

Hadits Kedua

Diriwayatkan dari Siti Aisyah ra bercerita bahwa pada suatu malam ia kehilangan Rasulullah SAW. Ia lalu mencari dan akhirnya menemukan beliau di Baqi’ sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata: “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadis Ketiga

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah pada malam nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Hadis Keempat

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika malam nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).

Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban yang Insya Allah akan jatuh pada Senin tgl 26 Juli 2010 sore hingga subuh . Marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon ampunan dan berdzikir sebanyak-banyaknya kepada Allah. SWT

KESIMPULAN

Dari paparan di atas, kita sebagai umat Islam semestinya tidak melupakan begitu saja, bahwa bulan sya’ban dalah bulan yang mulia. Sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadhan. Dari sini, umat Islam dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan mempertebal keimanan dan memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan.

Meski menurut para ahli hadist masih berbeda tentang malam nisfu sya'ban ini, namun demikian menurut saya sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak ibadah, shalat sunnah, memperbanyak bacaan zikir, memperbanyak baca'an shalawat, membaca al-Qur’an, bersedekah, berdo’a dan mengerjakan amal-amal salih lainnya.
AMALAN DI MALAM NISFU SYA’BAN

Sahabatku,
Bagaimana cara merayakan malam Nisfu Sya’ban? Apakah ada amalan-amalan khusus?

Menurut sebagian besar Ulama, antara lain adalah dengan memperbanyak ibadah dan shalat malam dan dengan puasa, namun sebagaimana yang dilakukan Rasulullah, yaitu dengan secara sendiri-sendiri. Adapun meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan berlebih-lebihan seperti dengan shalat malam berjamaah, menurut sebagian Ulama, Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya.

Bagi yang mau mengamalkannya, Malam Nifsu Sya’ban Insya Allah jatuh pada hari ini Senin malam tanggal 26 Juli 2010 . INSYA ALLAH !! Apabila anda semua berniat mengubah catatan rizki dan takdir di dalam buku besar Allah menjadi lebih baik dan memohon ampun atas dosa2 yang telah kita perbuat maka dibawah ini ada petunjuknya menurut sebagian Ulama, yaitu antara lain:

1. Sholat fardlu Maghrib
2. Membaca Surah Yassin 3 kali
3. Membaca doa Nifsu Sya’ban
4. Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan memperbanyak dzikir, shalawat, doa dan istighfar.

Adapun apa yang sering dilakukan oleh sebagian umat Islam, yaitu Salat Malam Nisfu Sya’ban sebanyak 100 rakaat, Hadistnya oleh sebagian ahli hadist dianggap sahih, namun sebagian menganggap dhaif.
Namun demikian dalam urusan shalat sunnah, kata Nabi SAW, boleh kita tambahi jumlahnya dan boleh kita kurangi sesuai kemampuan kita.

DOA MALAM NISFU SYA’BAN

Setelah di malam nisfu sya’ban disunnahkan untuk menyampaikan doa/keinginan anda dimalam dan insya Allah akan dikabulkan.

Mengenai doa di malam nisfu sya’ban menurut sebagian ulama adalah adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 berikut :

Hadist Pertama

Rasulullah saw bersabda,: “Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755)

Hadist Kedua

Berkata Aisyah ra : “disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw sedang di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)
PENDAPAT ULAMA BESAR

Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)

Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Dikutip dari buku al-Fawaaidul Mukhtaaroh Diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy berkata, “Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan sholawat kepada Nabi saw, karena ayat Innallaaha wa malaaikatahuu yushalluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu. (Ma Dza Fiy Sya’ban?)

Dikutip dari buku al-Fawaaidul Mukhtaaroh Diceritakan bahwa Ibnu Abiy as-Shoif al-Yamaniy berkata, “Sesungguhnya bulan Sya’ban adalah bulan sholawat kepada Nabi saw, karena ayat Innallooha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alan Nabiy … diturunkan pada bulan itu. (Ma Dza Fiy Sya’ban?)

Berdasarkan fatwa ulama besar di atas, maka kita memperbanyak doa di malam itu, jelas pula bahwa doa tak bisa dilarang kapanpun dan dimanapun, bila mereka yang melarang doa maka hendaknya mereka menunjukkan dalilnya?.

Demikian juga tentang do’a khusus untuk malam nisfu Sya’ban seperti do’a di bawah ini, ada ikhtilaf (perbedaan) dikalangan Ulama dan para ahli hadist. Jadi selain DOA NISFU SYA’BAN di bawah boleh juga dengan do’a-do’a umum terutama do’a yang ada di Al Qur’an dan Al Hadist.

Namun demikian, di bawah ini adalah Do’a malam Nisfu Sya’ban yang diamalkan oleh sebagian Ulama dan Anda boleh ikut mengamalkannya


DOA NISFU SYA’BAN:

“ALLAAHUMMA YAA DZAL MANNI WALAA YUMANNU ‘ALAIKA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA DZATH THAULI WALIN’AAM, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, DHAHRUL LAAJIIN, WA JAARUL MUSTAJIIRIIN, WA AMAANUL KHAA IFIIN, ALLAAHUMMA IN KUNTA KATABTA NII ‘INDAKA FII UMMIL KITAABI SYAQIYYAN AW MAHRUUMAN AW MATHRUUDAN AW MUQTARRAN ‘ALAYYA FIR RIZQI, FAMHULLAA HUMMA BI FADLLIKA SYAQAAWATII WA HIRMAANII WA THARDII WAQ TITAARI RIZQII WA ATS-BITNII INDAKA FII UMMIL KITAABI SA’IIDAN MARZUUQAN MUWAFFAQALLIL KHAIRAAT. FA INNAKA QULTA WA QAULUKAL HAQQU FII KITAABIKAL MUNAZZALI ‘ALAA NABIYYIKAL MURSALI, YAMHUL LAAHUMAA YASYAA U WA YUTSBITU WA ‘INDAHUU UMMUL KITAAB. ILAAHII BITTAJALLIL AA’DHAMI FII LAILATIN NISHFI MIN SYAHRI SYA’BAANIL MUKARRAMIL LATII YUFRAQU FIIHAA KULLU AMRIN HAKIIM WA YUBRAM, ISHRIF ‘ANNII MINAL BALAA I MAA A’LAMU WA MAA LAA A’LAM WA ANTA ‘ALLAAMUL GHUYUUBI BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.

artinya:
“Ya Allah Tuhanku Pemilik nikmat, tiada ada yang bisa memberi nikmat atasMU. Ya Allah Pemilik kebesaran dan kemuliaan. Ya Allah Tuhanku Pemilik kekayaan dan Pemberi nikmat. Tidak ada yang patut disembah hanya Engkau. Engkaulah tempat bersandar. Engkaulah tempat berlindung dan padaMUlah tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan. Ya Allah Tuhanku, jika sekiranya Engkau telah menulis dalam buku besarMU bahwa adalah orang yang tidak bebahagia atau orang yang sangat terbatas mendapat nikmatMU, orang yang dijauhkan daripadaMU atau orang yang disempitkan dalam mendapat rizki, maka aku memohon dengan karuniaMU, semoga kiranya Engkau pindahkan aku kedalam golongan orang-orang yang berbahagia, mendapat keluasan rizki serta diberi petunjuk kepada kebajikan. Sesungguhnya Engkau telah berkata dalam kitabMU yang telah diturunkan kepada RasulMU, dan perkataanMU adalah benar, yang berbunyi: Allah mengubah dan menetapkan apa-apa yang dikehendakiNYA dan padaNYA sumber kitab. Ya Allah, dengan tajalliMU Yang Mahabesar pada malam Nisfu Sya’ban yang mulia ini, Engkau tetapkan dan Engkau ubah sesuatunya, maka aku memohon semoga kiranya aku dijauhkan dari bala bencana, baik yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui, Engkaulah Yang Mahamengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Dan aku selalu mengharap limpahan rahmatMU ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Sahabatku,
Perlu saya tekankan di sini, tidak ada larangan dari Rasul untuk berdoa di malam Nisfu Sya’ban, justru pelarangan akan hal ini merupakan perbuatan munkar, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “sungguh sebesar besarnya dosa muslimin dg muslim lainnya adalah pertanyaan yg membuat hal yg halal dilakukan menjadi haram, karena sebab pertanyaannya” (Shahih Muslim)

KESIMPULAN

Dari paparan di atas, kita sebagai umat Islam angat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak ibadah, shalat sunnah, memperbanyak bacaan zikir, memperbanyak baca'an shalawat, membaca al-Qur’an, bersedekah, berdo’a dan mengerjakan amal-amal salih lainnya.
Sejak semula, Rasulullah Muhammad SAW telah mensinyalir bahwa bulan Sya’ban atau bulan ke-8 dari perhitungan bulan Qamariyah (Hijriah) merupakan bulan yang biasa dilupakan orang.

Maksud Rasulullah, hikmah dan berbagai kemuliaan dan kebajikan yang ada dalam bulan Sya’ban dilupakan orang. Mengapa dilupakan? Menurut pengakuan Rasulullah, karena bulan Sya’ban berada di antara dua bulan yang sangat terkenal keistimewaannya. Kedua bulan dimaksud adalah bulan Rajab dan bulan Ramadan. Bulan Rajab selalu diingat karena di dalamnya ada peristiwa Isra Mikraj yang diperingati dan dirayakan sedang bulan Ramadan ditunggui kedatangannya karena bulan ini adalah bulan yang paling mulia dan istimewa di antara bulan yang ada.

Lantas apa dan bagaimana bulan Sya’ban? Keistimewaan dan kemuliaan bulan Sya’ban terletak pada pertengahannya, sehingga disebut dengan Nisfu Sya’ban. Nisfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya’ban sebagaimana disebut pada awal tulisan ini, adalah bulan kedelapan dari tahun Hijrah. Nisfu Sya’ban secara harfiyah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Kata Sya’ban sendiri adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung.

Bulan kedelapan dari tahun Hijriah itu dinamakan dengan Sya’ban karena pada bulan itu ditemukan banyak jalan untuk mencapai kebaikan. Malam Nisfu Sya’ban dimuliakan oleh sebagian kaum muslimin karena pada malam itu diyakini dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia; Raqib dan Atib, menyerahkan catatan amalan manusia Allah SWT, dan pada malam itu pula catatan-catatan itu diganti dengan catatan yang baru.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda “Bulan Sya’ban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal oleh Tuhan. Aku menginginkan saat diangkat amalku aku dalam keadaan sedang berpuasa (HR Nasa’I dari Usamah).

Sehubungan dengan hal itu Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pengakuan Aisyah ra.” lam yakunin Nabiyi sha mim yashumu aksara min sya’baana finnahu kaana yashumuhu kulluhu kaana yashumuhu illa qalilan. Maksud Aisyah dalam periwayatan ini bahwa Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa pada bulan Sya’ban.

Lebih jauh dari itu, pada malan Nisfu Sya’ban Allah SWT menurunkan berbagai kebaikan kepada hambanya yang berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan-kebaikan itu berupa syafaat (pertolongan), magfirah (ampunan), dan itqun min azab (pembebasan dari siksaan). Oleh karena itu malam Nisfu Sya’ban diberi nama yang berbeda sesuai dengan penekanan kebaikan yang dikandungnya.

Imam al-Gazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam Syafaat, karena menurutnya, pada malam ke-13 dari bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Lalu pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Meskipun demikian ada beberapa gelintir orang yang tidak diperuntukkan pemberian syafaat kepadanya. Orang-orang yang tidak diberi syafaat itu antara lain ialah orang-orang yang berpaling dari agama Allah dan orang-orang yang tidak berhenti berbuat keburukan.

Nisfu Sya’ban dinamakan juga sebagai malam pengampunan atau malam magfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hambanya yang saleh. Namun dalam pemberian ampunan itu dikecualikan bagi orang-orang yang masih tetap pada perbuatannya mensyarikatkan Allah alias musyrik, dan bagi mereka yang tetap berpaling dari Allah SWT. Nabi bersabda: ?Tatkala datang malam Nisfu Sya’ban Allah memberikan ampunanNya kepada penghuni bumi, kecuali bagi orang syirik (musyrik) dan berpaling dariNya (HR Ahmad).

Kecuali Enam Golongan

Ibn Ishak meriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa pernah Rasulullah memanggil isterinya, Aisyah dan memberitahukan tentang Nisfu Sya’ban. “Wahai Humaira, apa yang engkau perbuat malam ini? Malam ini adalah malam di mana Allah yang Maha Agung memberikan pembebasan dari api neraka bagi semua hambanya, kecuali enam kelompok manusia”.

Kelompok yang dimaksud Rasulullah yaitu,

Pertama, kelompok manusia yang tidak berhenti minum hamr atau para peminum minuman keras. Sebagaimana berulang kali dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan hamr adalah jenis minuman yang memabukkan, baik jenis minuman yang dibuat secara tradisional mapun jenis minuman yang dibuat secara modern. Istilah populernya adalah minuman keras atau miras. Yang disebut pertama antara lain tuak atau ballok, baik ballok tala, ballok nipa, maupun ballok ase. Sementara yang disebut kedua antara lain bir dan whyski. Termasuk kategori sebagai orang yang tidak berhenti minum hamr ialah orang-orang menyiapkan minuman tersebut atau para pembuat dan pengedarnya. Mereka ini tidak mendapat pembebasan dari api neraka, tetapi malah diancam dengan siksaan api neraka.

Kedua, orang-orang yang mencerca orang tuanya. Termasuk kategori mencerca orang tua ialah berbuat jahat terhadap orang tua yang dalam hal ini ibu bapak. Menurut ajaran agama yang menyatakan syis saja kepada ibu atau bapak itu sudah termasuk dosa. Membentak orang tua termasuk perbuatan yang sangat dilarang. Allah SWT di samping menegaskan kepada manusia untuk tidak beribadah selainNya, maka kepada kedua orangtua berbuat baiklah. Waqadha Rabbuka an La ta’buduu Illah Iyyahu wa bilwalidaini ihsanan (al-Isra: 17:23). Perbutan kategori baik terhadap orang tua antara lain bertutur kata kepada keduanya dengan perkataan yang mulia, merendahkan diri kepada keduanya dengan penuh kasih sayang, dan kepada keduanya didoakan; “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.”

Ketiga, orang-orang yang membangun tempat zina. Tempat berzina dimaksud adalah tempat pelacuran yang kini nama populernya tempat PSK (pekerja seks komersial). Golongan atau kelompok orang yang seperti ini, pada malam Nisfu Sya’ban tidak mendapat pembebasan dari api neraka, tetapi sebaliknya mereka dijanji dengan siksaan dan azab.

Keempat, orang-orang atau para pedagang yang semena-mena menaikkan harga barang dagangannya sehingga pembeli merasa dizalimi. Misalnya, penjual bahan bakar minyak, termasuk minyak tanah. Harga dagangan jenis ini sudah ada harga standar, tetapi kalau penjualnya menaikkan harganya secara zalim, maka penjual yang demikian itulah yang tidak mendapat pembebasan dari neraka.

Kelima, petugas cukai yang tidak jujur. Termasuk kategori petugas cukai adalah para kolektor pajak atau orang-orang yang menagih pajak dan retribusi. Misalnya petugas cukai yang bertugas di pasar-pasar yang menerima uang atau cukai dari penjual dengan bukti penerimaan dengan karcis. Salah satu bentu ketidakjujuran kalau uang diterima tetapi tidak diserahkan bukti penerimaan (karcis).

Keenam, kelompok orang-orang tukang fitnah. Orang-orang kelompok ini suka menyebarkan isu dan pencitraan buruk yang sesungguhnya hanyalah sebuah fitnah. Keenam golongan inilah yang disebut tidak mendapat fasilitas itqun minannar.

Atas dasar itu, kiranya kita semua dapat menyadari bahwa sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadan. Persiapan itu meliputi persiapan mental dan persiapan fisik. Manusia atau umat hendaknya memasuki bulan suci Ramadan sudah dalam keadaan iman yang mantap dan sudah dalam keadaan mendapatkan syafaat, dan sudah dalam keadaan mendapat jaminan dan pembebasan dari siksaan api neraka.

Dari paparan di atas, kita sebagai umat Islam angat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya’ban dengan cara memperbanyak ibadah, shalat sunnah, memperbanyak bacaan zikir, memperbanyak baca'an shalawat, membaca al-Qur’an, bersedekah, berdo’a dan mengerjakan amal-amal salih lainnya.

Saturday, June 22, 2013

Profil dan Biodata SHINee


Shinee (shine-ee; 샤이니) atau SHINee adalah Boy Band yang dibentuk SM Entertainment pada tahun 2008. Terdiri dari 5 anggota yaitu Onew, Jonghyun, Key, Minho, dan Taemin.  Shinee mengawali debut pertamanya melalui mini album Replay pada 25 Mei 2008. Nama kelompok merupakan kombinasi dari shine dan ee yang berarti "menerima cahaya" atau "menerima perhatian.

Karir SHINee terbilang cukup cepat dengan promosi album mereka yang berhasil menjual 17,957 copy album pada awal debut setelah promosi single mereka. Album lengkap pertama dari SHINee adalah The SHINee World, yang dirilis 28 Agustus 2008. Album tersbeut langsung masuk urutan ke-3 tangga album Korea dan terjual sebanyak 30.000 copy.


Member:

Stage Name: 온유 / 温流
Real Name: Lee Jinki (이진기)
Nickname: Onew
Date Of Birth: December 14th, 1989
Height/Weight: 178cm/61kg
Bloodtype: O
Education: Chungwoon University, major: broadcasting music
Hobby/Interest: Music, Piano, Mandarin
Position: Leader, Lead Vocalist 

Stage Name: 종현 / 钟铉
Real Name: Kim Jonghyun (김종형)
Nickname: Bling Bling Jonghyun
Date Of Birth: April 8th, 1990
Height/Weight: 174cm/56kg
Bloodtype: AB
Education: Seoul Music Institute '09, SM Entertainment Academy
Hobby/Interest: Watching movies, Popping (dance), Lyrics, Piano, Mandarin
Position: Main Vocalist 

Stage Name: 키
Real Name: Kim Kibum (김기범)
Nickname: The Almighty Key
Date Of Birth:  September 23rd, 1991
Height/Weight: 180cm/59kg
Bloodtype: B
Education: Daegu Youngshin High School '10
Hobby/Interest: Rap, Dance, Water Skiing, English, Mandarin
Position: Vocalist, Lead Dancer, Lead Rapper

Stage Name: 민호 / 珉豪
Real Name: Choi Minho (최민호)
Nickname: Charismatic Flame Minho
Date Of Birth: December 9th, 1991
Height/Weight: 184cm/60kg
Blood type: B
Education: Konkuk University, major: film
Hobby/Interest: Soccer, Basketball, Performing, English
Position: Sub-Vocalist, Main Rapper 

Stage Name: 태민 / 泰民
Real Name: Lee Taemin (이태민)
Nickname: Handy Boy Taemin
Date Of Birth: July 18th, 1993
Height/Weight: 179cm/53kg
Bloodtype: B
Education: Chungdam High School
Hobby/Interest: Listening to Music, Popping (dance), Piano, Mandarin
Position: Vocalist, Main Dancer

Wednesday, June 19, 2013

entrian untuk ALLAH

HAL YANG DINANTI
                Tepat pada hari ini, adalah hari terakhir ujian SBMPT. Sumpah SELAMA SBMPTN INI AKU KECEWA BANGET. Aku ngerasa kalo aku nggak maksimal. Apalagi ujian yang hari ini, yang ngebuat ngenesnya itu, pas KIMIA. SSSSSSUsssssssssAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHnya minta ampun. Nggak tau deh yang ngebuat soalnya itu, kanyaknya udah professor jadi soal yang begitu SUSAHNYA –for somePEOPLE— mungkin bagi tu pembuat soal EASY.
                Aku takut, SANGAT AMAT  TAKUT. Giman dengan hasilnya nanti??. Aku nggak tau harus kuliah dimana kalo nggak masuk sana, Cuma SBM itu lah harapan aku untuk kuliah. Kalo misalnya harus swasta ?? NGGGAAAAK MAAAU. AKU NGGAK MAU NYUSAHI MAMAA. Aku nggak mau nambahin beban mama kalo aku sampe kuliah diSwasta.
                Sekarang aku tinggal nungguin suatu yang sering disebut ‘’keajaiban’’. AKU NGGAK TAU MAU GIMANA LAGI. MENURUT AKU SBM itu udah mentok, dan satu-stunya harapan aku buat KULIAH dengan biaya MIRING, aku nggak bayangi betapa mahalnya biaya kuliah kalo aku sampe nggak masuk UNSRI.
                YA ALLAH HANYA ENGKAU YANG TAU BAGAIMANA RASANYA BATIN KU INI. BAGAIMANA SEDIH DAN KECEWANYA KU NANTI, YANG PASTI IBU KU JUGA AKAN RASAKAN NANTINYA, JIKA AKU GAGAL MAKA BATINNYA AKAN  SANGAT AMAT KECEWA.
                 YA ROB AKU NGGAK MAU NGEBUAT IBUKU KECEWA CUMA IBUKU YANG KUMULIKI, HAMBAMU YANG LEMAH INI INGIN MEMBUAT IBU HAMBA BANGGA.
YA ROB KUMOHON, HANYA ENGGAU YANG BISA MENOLONGKU, HANYA ENGKAU YANG BISA NGEWUJUTI MIMPIKU. ENGKAU MAHA KAYA ,ENGKAU MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG, YA ROBBI, TOLONG LAH HAMBAMU INI…. SEMOGA HAMBAMU INI BISA KULIAH DIPERGURUAN TINGGI UNSRI.
AMIN {_}

Saturday, June 1, 2013

Gambaran Umum BBLK Palembang

Gambaran Umum BBLK Palembang
I. SEJARAH BBLK PALEMBANG
Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Palembang berdiri pada tahun 1973 dan diresmikan oleh Bapak Menteri Kesehatan Prof. G.A Siwabessy pada tanggal 30 Juli 1973. BLK Palembang telah beberapa kali mengalami perubahan susunan organisasi. Pertama, berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan No.142/Menkes/SK/IV/78 tanggal 28 April 1978 yang menyatakan bahwa BLK adalah unit pelaksana teknis dibidang pelayanan kesehatan dalam lingkungan Departemen Kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Laboratorium Kesehatan, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Kedua, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1063/Menkes/SK/IX/2004 tanggal 24 September 2004, BLK Palembang berubah menjadi Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK), berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik tetapi dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara teknis fungsional dibina oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Penunjang Medik.
Perubahan ketiga, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.558/Menkes/Per/VII/2006 tanggal 31 Juli 2006. BBLK terdiri dari bagian tata usaha, bidang laboratorium klinik dan laboratorium kesehatan masyarakat, bidang pengendalian mutu dan kelompok jabatan fungsional. Selain itu di lingkungan BBLK dibentuk instalasi sebagai unit non struktural yang terdiri dari instalasi Mikrobiologi, Instalasi Immunologi, Instalasi Virologi, Instalasi Patologi Klinik, Instalasi Kimia Kesehatan dan Toksikologi, Instalasi Media dan Reagesia serta Instalasi Pemeliharaan Sarana Laboratorium Kesehatan.

Urutan kepala Balai dari tahun 1973 sampai tahun 2007 yaitu: dr. B. Gozali, dr. Valvia Rivai, dr. Basaria Rohana Siahaan, dr. Valvia Rivai, Dra. Suhartati, Apt, dr. Nurhayati Ramli, M.Kes dan dr. Welly Refnealdi, M.Kes.
BBLK Palembang telah terakreditasi sebagai laboratorium penguji dengan mengimplemtasikan secara konsisten SNI 19-17025-2000 yang diberikan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), berdasarkan surat No.274Q/3.a2/LP/12/04 tanggal 3 Desember 2004 dengan nomor akreditasi LP-233-IDN dengan ruang lingkup akreditasi meliputi bidang pengujian fisika/kimia sebanyak 14 (empat belas) parameter, bidang pengujian kimia/immunologi sebanyak 13 (tiga belas) parameter, bidang pengujian mikrobiologi sebanyak 4 (empat) parameter dan bidang pengujian biologi/parasitologi sebanyak 2 (dua) parameter.

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI No.1351/Menkes/SK/XII/2004 tanggal 31 Desember 2004 yang menunjuk BBLK Palembang sebagai salah satu laboratorium pemeriksaan psikotropika dan narkotika. Selain itu BBLK Palembang ditetapkan sebagai sarana pelayanan pemeriksaan calon tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI No.1586/Menkes/SK/XI/2005 tanggal 18 Nopember 2005.

Sejak tanggal 1 Maret 2008 BBLK Palembang melayani masyarakat dimulai dari jam 08.00 WIB sampai dengan jam 21.00 WIB

II. VISI, MISI ORGANISASI
Visi BBLK Palembang ringkas, padat sampai dengan infromatif.
“Kualitas Unggul dan terpercaya”
Untuk mencapai visi tersebut, maka ditetapkan misi sebagai berikut :
a) Membina kemitraan dengan semua pihak;
b) Memberdayakan provider dan pelanggan;
c) Standarisasi tenaga, sarana dan harga;
d) Membina laboratorium klinik swasta dan laboratorium kesehatan regional.


III. TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 558/MENKES/PER/VII/2006 yang telah ditetapkan pada tanggal 31 Juli 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan, maka tugas pokok Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang adalah melaksanakan perencanaan, koordinasi ,pelaksanaan dan evaluasi pemeriksaan laboratorium klinik dan laboratorium kesehatan masyarakat, rujukan, pendidikan dan pelatihan teknis serta penelitian dan pengembangan.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Balai Besar laboratorium Kesehatan Palembang menyelenggarakan fungsi:
a. Perencanaan, koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi pemeriksaan laboratorium klinik;
b. Perencanaan, koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi pemeriksaan laboratorium kesehatan masyarakat;
c. Pemantapan mutu internal dan eksternal;
d. Pelaksanaan jejaring kerja dan kemitraan di bidang laboratorium kesehatan;
e. Perencanaan, koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi rujukan;
f. perencanaan, koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan teknis;
g. Perencanaan, koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi penelitian dan pengembangan;
h. Pelaksanaan urusan Tata Usaha.